“EVALUASI KINERJA DAN KOMITMEN POTENSI ZIS, LAZISMU PEKALONGAN GELAR TURBA DI KANTOR PCM KEDUNGWUNI.”
KEDUNGWUNI – Lazismu Daerah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat
koordinasi dan tata kelola lembaganya hingga ke tingkat cabang. Langkah
strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) bersama
Kantor Layanan (KL) Lazismu Kedungwuni yang berlangsung di Kantor Pimpinan
Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungwuni lantai 2 pada Sabtu (15/08/2026).
Pertemuan koordinasi yang digelar mulai pukul 09.00 hingga
11.30 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur penting lembaga filantropi tersebut.
Hadir dalam acara ini Tim Turba Lazismu Daerah Pekalongan, ketua dan wakil
ketua PCM Kedungwuni yang membidangi bidang Lazismu, jajaran pengurus Lazismu
KL Kedungwuni beserta para relawan aktif.
Evaluasi Kinerja dan Optimalisasi
Program
Agenda utama dalam kegiatan Turba ini adalah mempererat tali
silaturahmi antara pengurus daerah dan cabang, melakukan evaluasi menyeluruh
terhadap program kerja yang telah berjalan, serta diskusi program kerja dan
kendala yang dialami di Lazismu KL Kedungwuni.
Dalam forum diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Kepala
Kantor Layanan Lazismu Kedungwuni menyampaikan rasa syukurnya atas
terselenggaranya kegiatan evaluasi ini. Ia menilai bahwa kegiatan Turba sangat
krusial untuk mengukur efektivitas kinerja di tingkat cabang agar ke depannya
pelayanan terhadap umat semakin optimal dan mendapatkan respons yang positif
dari masyarakat luas.
"Terucap rasa syukur dalam acara Turba yang diinisiasi
oleh Lazismu Pekalongan. Turba ini dirasa perlu untuk mengevaluasi kinerja
masing-masing kantor layanan supaya kedepannya kinerja Lazismu semakin lebih
baik di masing-masing cabang Pekalongan dan juga mendapat respon positif,"
ujar Kepala KL Lazismu Kedungwuni.
Ia juga dengan rendah hati menyampaikan evaluasi diri atas
pencapaian KL Kedungwuni selama satu tahun ke belakang. Pihaknya mengakui masih
terdapat ruang perbaikan dalam eksekusi program-program kerja yang telah
dicanangkan.
"Kami dari Lazismu KL Kedungwuni mengucapkan permohonan
maaf bila selama setahun ini belum maksimal dalam melaksanakan program-program
yang sudah disusun," imbuhnya.
Kedungwuni sebagai Pusat Penghimpunan
yang Potensial
Menanggapi pemaparan tersebut, Ketua PCM Kedungwuni,
Mustami’an, memberikan apresiasi sekaligus dorongan semangat kepada seluruh
relawan dan pengurus Lazismu KL Kedungwuni. Dalam sambutannya yang disampaikan
dalam suasana akrab atau rahat, Mustami'an menekankan bahwa Kedungwuni
memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perekonomian di Kabupaten
Pekalongan.
"Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dan rahat
dalam acara Turba pagi ini. Forum ini merupakan momentum yang bagus serta
sebagai ajang evaluasi dan juga diskusi terkait penghimpunan ZIS yang ada di
Kedungwuni," ungkap Mustami'an.
Secara tidak langsung, ia memaparkan bahwa potensi
penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Kedungwuni sangatlah
besar dan memiliki prospek yang sangat positif. Besarnya perputaran roda
ekonomi di kawasan ini harus mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Lazismu
untuk memperluas jangkauan dakwah sosial. Oleh karena itu, ia berpesan agar
potensi yang ada tidak disia-siakan begitu saja.
Dorong Legalitas dan Tertib
Administrasi ZIS
Lebih lanjut, Mustami’an menyoroti pentingnya edukasi kepada
masyarakat mengenai penyaluran dana keagamaan melalui lembaga resmi yang
berbadan hukum. Ia menegaskan bahwa pengelolaan ZIS saat ini harus dilakukan
secara profesional, transparan, dan terpusat pada lembaga legal seperti Lazismu
agar penyalurannya tepat sasaran dan memberikan dampak yang luas.
Dengan tata kelola yang tertib, manfaat dari program-program
kemanusiaan Lazismu tidak hanya dirasakan oleh internal warga persyarikatan
Muhammadiyah saja, melainkan juga merata kepada masyarakat luas di luar
Muhammadiyah yang membutuhkan uluran tangan.
"Potensi himpunan zakat, infak, shodaqoh di wilayah
Kedungwuni sangatlah berpotensial positif mengingat Kedungwuni adalah salah
satu pusat wilayah ekonomi di Pekalongan. Oleh karena itu, potensi ini jangan
sampai terlewat dan pula manfaat dari program Lazismu ini bisa dirasakan oleh
masyarakat," tegasnya.
Ia juga menambahkan instruksi agar penghimpunan ZIS dari
masyarakat mulai digerakkan secara lebih terstruktur melalui lembaga yang sah.
"Kita menyoroti bahwa sekarang ZIS dari masyarakat juga
harus mulai tertib dan disetorkan ke lembaga legal seperti Lazismu, supaya
manfaatnya bisa dirasakan semua kalangan masyarakat, baik di warga Muhammadiyah
maupun warga luar Muhammadiyah," pungkasnya.
Melalui kegiatan Turba ini, Lazismu KL Kedungwuni optimis
dapat memperbaiki strategi penghimpunan dan penyaluran dana sosial, serta
memperkuat kepercayaan publik di wilayah Kedungwuni ke depannya.


Comments
Post a Comment